Kabar Desa

PLKB Tiris Gelar Miniloka Percepatan Penurunan

TIRIS –Koordinatorat PLKB Kecamatan Tiris menggelar Miniloka Percepatan Penurunan Stunting bertempat di pendopo kecamatan pada Senin (25/7). Kegiatan kolaboratif dengan Kecamatan Tiris ini diikuti kader Posyandu dan para Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Desa se-Kecamatan Tiris.

 

Dalam pengantar membuka acara, Camat Tiris, Teguh Prihantoro menyampaikan bahwa dengan telah ditetapkannya Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Desa berdasarkan Perpres 72/2021, meminta agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai peran dan tanggung jawabnya agar tugas luar biasa ini dapat terlaksana dengan baik.

“Mumpung  pemerintahan desa sedang menyusun program dan kegiatan, saya minta Posyandu, LPP Posyandu, PAUD dan TK mengusulkan kegiatan (kepada Desa) yang betul-betul bisa mendukung penurunan stunting”, imbaunya.

 

Koordinator PLKB Maron, Trimah, pemateri pada kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa percepatan penurunan stunting ini merupakan keinginan Presiden RI agar  Indonesia nanti dapat selevel dengan dunia. Stunting itu kecil atau kerdil, tapi kecil belum tentu stunting. Agak susah untuk menentukan seorang anak stunting atau tidak. Kurang lebih ada 30 item untuk menetukan stunting.

Dalam paparannya, pemateri menerangkan bahwa target angka stunting tahun ini turun menjadi 14%.

 

“Saat ini Kabupaten Probolinggo sudah 23 %, tapi pada tahun 2021 kemarin 54%”, paparnya.

 

Lebih lanjut, pemateri menjelaskan bahwa fokus sasaran pertama yang akan digarap adalah Catin yang menjadi ranah KUA. Nantinya pencatat nikah mewajibkan calon pengantin untuk memeriksakan kesehatannya lebih dulu ke Puskesmas, dan datanya dientri ke aplikasi Elsimil oleh pendamping keluarga.

Pembinaan Administrasi Posyandu

Usai semiloka, acara dilanjutkan ke sesi berikutnya yaitu Pembinaan Administrasi Posyandu yang dipandu oleh petugas Promosi Kesehatan Puskesmas Tiris.

 

Sesi ini menitikberatkan pada ketertiban pengerjaan administrasi kader Posyandu untuk menjamin pencatatan data tumbuh-kembang Balita dan Baduta valid sebagai dasar penentuan strategi layanan dan tindakan yang tepat.

 

Eva Nikmatul Laily, pemateri pada sesi tersebut mengawali kegiatan dengan sebuah pantun Ayu Tingting rambutnya keriting, cegah stunting itu penting.

 

Dalam paparan yang disampaikannya, Ia mnejelaskan bahwa ada 38 buku administrasi yang harus dikerjakan oleh sekretariat Posyandu. Untuk itu diperlukan kesungguhan dan ketelatenan para kader agar buku-buku dikerjakan dengan baik dan benar.

 

Sementara itu, mengenai masih adanya orang tua yang enggan memeriksakan balita atau badutanya ke Posyandu, seorang kader Posyandu Desa Tulupari menginformasikan telah dilaksanakannya sebuah inovasi kunjungan kader ke rumah warga yang absen ke Posyandu. Terobosan tersebut sudah dilaksanakan, namun belum memiliki nama atau sebutan khas laiknya sebuah inovasi.

 

Eva, yang memaparkan materididampingi rekannya yang seorang Bidan Desa Tlogoargo, menanggapi bahwa inovasi seperti itu bagus untuk diterapkan dan dikembangkan.

 

“Ibu Kader bisa mengunjungi Balita yang tidak hadir pada saat hari buka Posyandu, dengan membawa timbangan, mengisi KIA. Jadi tidak sekadar berkunjung, minum teh … tidak begitu,” ingatnya.

 

Turut hadir pada miniloka dan pembinaan yang dipandu Koordinator PLKB Kecamatan Tiris, Ahmad Harsono tersebut, Kepala Puskesmas Tiris, Plt. Kepala Puskesmas Ranugedang, unsur Polsek Tiris, Koramil 0820/24 Tiris, perwakilan KUA, TKSK, Pendamping PKH, dan beberapa staf Kecamatan Tiris. [hmz]

Tentang Desa

Website Resmi Kecamatan Tiris

Social Media Official

Dapatkan informasi tercepat melalui sosmed kami.